You are here: Home / Uncategorized / 3 Jenis Investasi Syariah Dan Penjelasannya

3 Jenis Investasi Syariah Dan Penjelasannya

Berinvestasi di produk syariah siapapun boleh, bahkan untuk pemula-pun bisa ikut menanamkan modalnya. Investasi syariah menawarkan produk yang beragam, seperti: reksadana syariah, tabungan dan deposito mudharabah, asuransi syariah, tabungan pendidikan, surat utang syariah atau sukuk. Jika Anda ingin berinves syariah maka pahami terlebih dulu apa saja instrument investasi pada pasar modal.

Secara umum instrument investasi syariah pada pasar modal sama dengan instrument investasi konvensional, yaitu: saham, obligasi dan reksadana. Perbedaannya terletak pada prinsipnya.

Saham Syariah

Saham syariah adalah saham emiten yang prinsipnya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Bidang-bidang yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, seperti: perjudian, lembaga keuangan berbasis bunga. Selain itu, kegiatan memproduksi, distribus dan menjual barang atau jasa yang haram adalah biadang usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah.

Obligasi Syariah

Obligasi syaraiah atau sukuk merupakan bukti kepemilikan bersama atas suatu proyek atau kekayaan. Setiap sukuk yang diterbitkan harus memiliki asset yang nantinya akan dijadikan dasar penerbitan. Setiap penggunaan dana sukuk harus digunakan untuk kegiatan yang halal.

Keuntungan investasi tergantung jenis akad yang digunakan saat penerbitan sukuk. Namun, secara umum keuntungannya bisa dua jenis, yaitu: sewa atau disebut sukuk ijarah dan bagi hasil atau sukuk mudharabah.

Sukuk ijarah mirip dengan investasi obligasi berkupon tetap karena pada prakteknya imbalannya berbentuk sewa dengan persentase tetap setiap periodenya. Sementara sukuk mudharabah mirip dengan obligasi kupon variable karena imbalan bagi hasilnya diberikan berbeda-beda setiap periodenya, tergantung keuntungan perusahaan yang dijaminkan dalam obligasi syariah.

Reksa Dana Syariah

Reksa dana syariah adalah wadah di mana para investor menyetorkan dana pada peusahaan dan dikelola dengan prinsip syariah. Prinsip yang dilakukan oleh manager investasi dalam hal mengelola reksa dana adalah hanya membeli saham, obligasi dan pasar uang yang masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Instumen investasi ini merupakan alternatif bagi masyarakat yang ingin menginvestasikan dananya, khususnya para pemodal kecil dan pemodal yang tidak punya banyak waktu dan keahlian menghitung resiko.

Berinvestasi reksa dana tidak harus menyediakan modal hingga jutaan rupiah. Hanya dengan bermodalkan Rp100.000,- saja Anda sudah bisa berinvestasi. Resiko investasi ini tergantung jenis reksa dana. Return reksa dana saham relatif lebih besar jika dibandingkan dengan reksa dana lainnya. Namun, resikonya juga lebih tinggi.

Sekarang investasi reksa dana syariah sudah bisa dilakukan dengan online. Bank Syariah biasanya bertindak sebagai agen. Tingkat pengembalian investasi ini bervariasi antara 11-23 % per-tahun. Selain returnnya lebih adil, harga reksa dana syariah cenderung lebih stabil.

Nah, dari ketiga investasi syariah tersebut kira-kira mana yang sesuai dengan keinginan,kemampuan Anda? Jika ada segera daftarkan diri Anda untuk menjadi investor. Selamat berinvestasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *