You are here: Home / Tips / Hati-Hati Melakukan Pinjaman Online Jika Tidak Ingin Terjerat Rentenir
Hati-Hati Melakukan Pinjaman Online Jika Tidak Ingin Terjerat Rentenir

Hati-Hati Melakukan Pinjaman Online Jika Tidak Ingin Terjerat Rentenir

Dinamika kehidupan sering tidak bisa diprediksi arah lika-likunya. Ada banyak kejadian di mana seseorang menghadapi kondisi yang sangat mendesak sehingga membutuhkan dana tunai saat itu juga. Misalnya saja ketika tiba-tiba mengalami kecelakaan, musibah kesehatan, hingga bencana banjir gempa dan lain sebagainya. Pada dasarnya semua kondisi darurat yang melahirkan rIsiko finansial tersebut bisa dikelola dengan berbagai persiapan. Seperti melalui penyiapan dana darurat keluarga. Dana darurat ini bisa Anda sisihkan dari sebagian penghasilan rutin hingga mencapai jumlah ideal sesuai proyeksi kebutuhan. Namun, memang ada kalanya Anda diharuskan untuk meminjam dana dari pihak lain, pinjaman online misalnya. Dengan perkembangan teknologi yang sudah maju, peminjaman dana secara online sudah marak terjadi. Dalam meminjam, Anda perlu berhati-hati agar tidak terjerat dengan rentenir online. Berikut ciri-cirinya.

Hati-Hati Melakukan Pinjaman Online Jika Tidak Ingin Terjerat Rentenir

Tipuan Bunga Rendah

Bunga adalah salah satu hal yang dipertimbangkan oleh setiap peminjam dana. Semakin rendah bunga yang ditawarkan biasanya peminjam akan semakin senang. Namun, Anda perlu berhati-hati. Ada beberapa rentenir online yang juga menawarkan bunga rendah seperti bunga 1% per hari. Mungkin secara kasat mata ini adalah bunga yang rendah, namun bayangkan jika bunga ini diakumulasi selama sebulan atau bahkan setahun.

Sebagai contoh, Anda meminjam dana sebesar Rp 4,000,000.- dengan bunga 1 % per hari dan jatuh tempo dalam 1 bulan. Maka bunga pinjaman dalam 1 bulan tersebut adalah 1% x 30 hari x Rp 4,000,000.- yakni sebesar Rp 1,200,000.-. Bunganya saja sudah sangat besar bukan?

Mengabaikan Persyaratan

Mungkin kita sering mendengar pemberi pinjaman yang memberikan persyaratan mudah atau bahkan hanya menggunakan KTP saja. Padahal jika kita lebih teliti, persyaratan yang diajukan bank saat kita ingin mengajukan KTA adalah NPWP, Slip gaji, Surat keterangan kerja, atau bahkan juga historis kartu kredit untuk menjamin tanggung jawab pelunasan oleh peminjam. Dengan persyaratan yang hanya membutuhkan KTP rasanya tidak logis bukan? Hal yang mencurigakan ini hendaknya Anda hindari.

Menghilang Sesuka Hati

Para rentenir online ini biasanya muncul dan hilang sesuka hati mereka. Namanya juga rentenir yang tidak jelas operasionalnya di mata hukum. Anda hanya perlu memperhatikan bahwa pinjaman dana online terdaftar di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK sendiri berada di bawah naungan Kementrian Keuangan yang akan memastikan keamanan Anda berhubungan dengan pemberi pinjaman.

Tidak Transparan

Pada saat pertama kali bertemu, biasanya sang rentenir akan memberikan sikap ramah untuk merayu calon korbannya. Berbagai penawaran dan janji-janji manis akan diberikan, seperti pinjaman yang bisa langsung cair, ataupun menawarkan bunga rendah. Namun, setelah Anda benar-benar terpikat, dia tidak akan banyak bicara untuk menjelaskan dana yang sudah diterimanya dan hanya meneror ketika terlambat membayar angsuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *