You are here: Home / Buku / Membuat Anak Berkebutuhan Khusus Senang Membaca Buku
Membuat Anak Berkebutuhan Khusus Senang Membaca Buku

Membuat Anak Berkebutuhan Khusus Senang Membaca Buku

Membuat anak berkebutuhan khusus senang membaca buku. Istilah ‘jendela dunia’ bukan hanya isapan jempol belaka. Dengan hadirnya sebuah buku sebagai ‘jendela dunia’ dan dibaca oleh siapapun, orang tersebut akan melihat sebuah dunia, informasi yang terjadi dan membuka sebuah wawasan yang terjadi di dunia ini.

Membuat Anak Berkebutuhan Khusus Senang Membaca Buku

Banyak manfaat yang didapatkan dari kegiatan membaca. Seperti menstimulasi otak agar selalu aktif dan berfungsi dengan baik, seperti melatih ketrampilan dalam berfikir dan menganalisa sebuah permasalahan serta meningkatkan fokus dan konsentrasi. Selain itu mampu mengurangi stress setelah beraktivitas seharian sehingga pikiran menjadi lebih rileks.

Melalui membaca dapat membuka wawasan dan menambah pengetahuan serta mendapat perbendaharaan kata baru yang bermanfaat bagi masa kini dan masa depan. Disamping itu, dapat meningkatkan kualitas dalam menulis, memperluas daya pikir seseorang, hubungan sosial semakin erat, memunculkan empati seseorang dan mampu mendorong sebuah tujuan hidup seseorang akan cita-citanya.

Aktivitas membaca buku sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan oleh orang yang normal/tidak mengalami kecacatan tetapi dapat diterapkan pula bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Mulai dari tunanetra (hambatan penglihatan), tunarungu (hambatan pendengaran), tunagrahita (hambatan intelektual), tunadaksa (hambatan gerak) dan autis (hambatan interaksi sosial, komunikasi dan perilaku). Keterampilan membaca yang diterapkan adalah sama seperti yang diberlakukan bagi anak yang tidak mengalami kecacatan yaitu keterampilan menyimak, berbicara dan membaca. Bedanya ialah aktivitas/metode yang dikembangkan dalam proses membaca tersebut sesuai dengan hambatan yang ada pada anak tersebut.

Inilah 5 hal yang perlu untuk penyandang difable dalam membaca buku:

•    Tunanetra

Pemilik hambatan ini akan berdampak pada kesulitan dalam membaca, sehingga keterampilan menyimak dengan mengutamakan audio lebih diutamakan.

•    Tunarungu

Berbeda pula bagi anak yang memiliki hambatan pendengaran (tunarungu). Anak yang memiliki hambatan ini memiliki keterbatasan memahami informasi auditif sehingga informasi yang diberikan haruslah divisualisasikan dengan sebuah benda, tiruan, gambar, tulisan, isyarat ataupun peragaan.

•    Tunagrahita

Beda lagi dengan anak yang memiliki hambatan intelektual (tunagrahita) dengan keterlambatan kemampuan untuk memahami informasi sehingga orangtua sangat perlu menerapkan ataupun melakukan kegiatan menyimak dan keterampilan berbicara sesuai dengan tingkatan hambatan intelektualnya.

•    Tunadaksa

Tunadaksa terbagi menjadi disertai dan tanpa disertai dengan hambatan intelektual dan komunikasi. Perbedaannya ialah yang tidak disertai dengan hambatan intelektual dan komunikasi aktivitas pengembangan membaca tidak jauh berbeda dengan anak yang normal. Berbeda dengan disertai hambatan, maka aktivitas membaca hampir mirip dengan tunagrahita.

•    Autis

Bagi yang memiliki anak autis yang memiliki hambatan interaksi sosial, komunikasi maupun perilaku berimplikasi pada rendahnya kemampuan membaca. Agar berjalan dengan baik sangat perlu memperhatikan spektrum autis yang terlihat pada anak.

Hanya saja saat ini kegiatan membaca bagi anak ABK masih banyak hambatan, alasannya hanya karena keterbatasan dalam diri anak yang bersangkutan. Padahal bila diterapkan budaya membaca tersebut akan mencukupi dalam hal:

•    Menstimulasi otak agar dapat lebih berkembang dengan baik dan lebih optimal.
•    Melatih keterampilan untuk berfikir, fokus, konsentrasi dan menganalisa bagi anak ABK.
•    Mengoptimalkan kemampuan ABK agar lebih memahami, berekspresi diri, berpikir kritis dan mengolah kemampuan komunikasinya secara kreatif (baik verbal, tulisan, audiovisual maupun visual).
•    Meningkatkan hubungan sosial yang lebih aktif antara ABK dengan anak yang normal maupun masyarakat luas.
•    Menambah wawasan, kosakata dan pengetahuan yang baru dalam berinteraksi.

Membudayakan membaca buku bagi ABK sangat dibutuhkan dalam mengatasi hambatan yang ada dalam dirinya. Sehingga bekal bagi masa depan ABK tercukupi seperti anak normal pada umumnya berawal dari rutinitas membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *