You are here: Home / Bisnis / Mengenali Jenis-Jenis Harga Diskon dan Cara Menghitungnya
Mengenali Jenis-Jenis Harga Diskon dan Cara Menghitungnya

Mengenali Jenis-Jenis Harga Diskon dan Cara Menghitungnya

Mendengar kata “diskon”, tentu bisa membuat shopaholic menjadi girang. Menyikapi fenomena ini, sayangnya masih banyak para konsumen yang tidak terlalu teliti dalam merespon diskon-diskon yang ada. Diskon yang diberikan oleh toko atau produk tertentu biasanya sedikit “menjebak” bagi orang awam. Agar tidak salah kaprah, berikut panduan cara menghitung harga diskon yang benar.

Ada banyak macam diskon dan promosi. Entah pengurangan harga atau pun pembelian gratis, sayangnya tidak semua orang paham dengan promo yang ditawarkan tersebut. Apalagi bagi mereka yang masih awam, tak jarang malah terjebak dengan kata-kata primo. Tidak jarang ada penawaran yang menggiurkan padahal keuntungan yang diberikan sama saja. Untuk itu, Anda perlu mengenali jenis-jenis diskon di bawah ini.

Mengenali Jenis-Jenis Harga Diskon dan Cara Menghitungnya

Mengenali Jenis-Jenis Harga Diskon dan Cara Menghitungnya

 

  • Diskon Upto … % All Item

 

Tentu sudah asing dengan jenis diskon yang satu ini. Seperti misalnya diskon 65% all item. Memang secara kasat mata angka 65% adalah angka yang menggiurkan, dan Anda akan beranggapan bisa menghemat lebih dari setengah harga. Namun, perhatikan kata “up to”, kata ini memiliki makna “hingga”, yang artinya, semua barang yang dijual di toko tersebut dijual dengan maksimal diskon 65%, dengan sebagian item-nya memiliki presentase diskon di bawah 65% (1%-65%).

Baca juga: Berbagai Peluang Bisnis di Internet untuk Semua Kalangan

 

  • Buy 3 get 2 free (Buy 1 get 1 free)

 

Jika mendengar jenis diskon ini, masih banyak orang yang hilang kendali dan langsung memutuskan untuk membeli. Bahan jumlah jika barang itu tidak terlalu dibutuhkan. Misalnya jika ingin membeli 1 buah handuk, lalu mendapati diskon “buy 3 get 2 free”. Kebanyakan dari konsumen sering tidak mempertimbangkan kebutuhan (1 buah handuk) dan cenderung membeli sebanyak mungkin karena sedang promo. Misalkan harga handuk Rp 50,000.-/pc. Jika menuruti harga diskon, kita hanya cukup membayar Rp 150,000.- untuk 5 pcs sekaligus. Dengan begitu kita berasumsi bahwa telah menghemat Rp 100,000.- untuk pembelian tersebut. Sedangkan yang kita butuhkan hanya 1 buah handuk dengan harga Rp 50,000.-. Bandingkan Rp 50,000.- dengan Rp 150,000.- bukankah malah memboroskan pengeluaran?

 

  • Promo Cashback

 

Banyak konsumen yang menganggap promo ini akan memberikan sejumlah uang kembali seperti arti namanya “cashback”. Jarang yang mempelajari apakah diskon ini benar-benar menguntungkan atau tidak. Meskipun kita mendapatkan voucher, bukan mutlak kita bisa menggunakan sesuai keinginan. Cashback akan diberikan untuk potongan pembelian lainnya.

 

  • Format diskon …%+…%

Misalnya untuk harga diskon 50%+20%. Jika orang awam menanggapi jenis diskon ini mungkin beranggapan jumlah yang harus dibayar hanya 100% – (50% + 30%), yakni 20% dari harga barang. Jangan salah, makna sebenarnya dari jenis diskon ini bukanlah berarti 80%. Namun, Harga akan dipotong 50%, baru hasilnya dikalikan 30%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *