You are here: Home / Bisnis / Cara Bisnis Islami Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Cara Bisnis Islami Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Akhir-akhir ini, banyak orang yang terjun dalam dunia bisnis atau dalam bidang usaha yang hanya mempertimbangkan nilai-nilai keuntungan yang dapat diperolehnya. Tidak jarang, keuntungan yang diraih dari berbisnis tersebut didapatkan dari cara-cara yang culas dan tidak baik. Bukan hanya soal untung-rugi, besbisnis pada dasarnya memiliki azas saling menguntungkan, sehingga yang mendapatkan keuntungan bukan hanya pihak penjual saja, melainkan juga pihak pembeli yang mendapatkan kepuasan karena barang yang dibelinya benar-benar sesuai dengan kriteria. Agar rejeki yang diperoleh dari bisnis benar-benar berkah, setiap pedagang atau bebisnis harus memiliki etika. Rasullullah Muhammad SAW yang semasa hidupnya merupakan pedagang dapat dijadikan panutan tentang bagaimana berbisnis secara santun dan beretika sehingga pembeli menjadi puas dan rejeki yang dihasilkannya benar-benar berkah. Berikut ini adalah beberapa cara bisnis Islami sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Mengutamakan Nilai Kejujuran

Kejujuran merupakan modal utama dalam menjalankan bisnis. Dalam menjalankan bisnisnya, Rasulullah SAW dikenal sangat jujur, bahkan beliau sampai menyebutkan berapa harga asli atau modal yang dikeluarkannya ketika membeli suatu barang dan berapa nilai keuntungan yang diperolehnya dari menjual barang tersebut. Kejujuran Rasulullas SAW dalam berdagang bahkan sampai membuat seorang saudagar kaya bernama Siti Khadijah mengagumi dan terpikat kepada Rasulullah SAW. Kejujuran seorang pedagang akan membuat pembeli merasa nyaman dan tidak merasa ditipu atau dirugikan.

Hormat Kepada Pelanggan

Rasulullah SAW sangat menghormati setiap pelanggannya bahkan menganggap mereka sebagai saudara. Pelanggan atau pembeli merupakan pintu rejeki yang akan memberikan keuntukan bagi kita sebagai pedagang, sehingga sudah selayaknya kita menghormati dan mengagungkan para pembeli. Dalam berdagang, cara bisnis Rasulullah SAW tidak hanya memposisikan diri beliau sebagai penjual, melainkan juga sebagai orang yang membantu saudaranya untuk mencarikan barang yang dibutuhkannya. Dengan niat memudahkan orang lain, maka usaha atau bisnis kita akan selalu dimudahkan oleh Allah SWT.

Baca Juga:BEBERAPA PILIHAN BISNIS BAGUS

Menujal Produk Terbaik dengan Harga Sesuai

Dalam menjalankan usahanya, Rasulullah SAW selalu menjual produk dengan kualitas terbaik. Setiap harga barang disesuaikan dengan kualitasnya. Jika ada di antara barang dagangan Rasulullah SAW yang memiliki kelemahan atau rusak, beliau selalu membedakan atau menyisihkan letak barang yang memiliki kerusakan tersebut dari barang-barang yang bagus. Jika ada calon pembeli bertanya mengapa barang tersebut dipisahkan, maka Rasulullah SAW akan menjawab jujur bahwa barang tersebut memiliki kerusakan, sehingga harganya juga berbeda.

Tidak Menjelekkan Pedagang Lain

Sudah gejala umum bagi pebisnis bahwa mereka akan memiliki kecenderungan untuk menjelek-jelekkan pedagang lainnya. Padahal hal yang demikian itu tidak baik. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian menjual suatu barang dengan maksud untuk menjelek-jelekkan barang yang dijual oleh pedagang lain.” Sebagai pedagang, kita harus bersaing secara sehat, sebab rejeki sudah diatur oleh Allah SWT. Itulah beberapa cara bisnis islami ala Rasulullah SAW. yang patut kita contoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *